Oleh: Pdt Nelson Kapitarau, S Th, MM
PENDAHULUAN
Syalom dan Salam sejahtera buat kita semua.
Bapak/Ibu/Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, pada ibadah minggu yang lalu kita telah merenungkan firman Tuhan dari Efesus 2:1-10, yang mengingatkan kita bahwa dahulu kita mati karena pelanggaran dan dosa, tetapi oleh kasih karunia Allah kita telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus. Keselamatan itu bukan hasil usaha kita, melainkan anugerah Allah, supaya tidak ada seorang pun yang memegahkan diri.
Hari ini, melalui pembacaan Efesus 2:11-22, firman Tuhan membawa kita melangkah lebih jauh. Jika minggu lalu kita melihat bagaimana Allah menyelamatkan kita secara pribadi, maka hari ini kita melihat bagaimana Allah mempersatukan kita secara bersama-sama di dalam Kristus. Dulu kita jauh, terpisah, bahkan bermusuhan, tetapi sekarang kita telah diperdamaikan dan dijadikan satu tubuh di dalam Kristus.
Karena itu, tema firman Tuhan hari ini adalah: "Dipersatukan di dalam Kristus." Melalui tema ini, kita diajak untuk memahami bahwa keselamatan di dalam Kristus tidak hanya memulihkan hubungan kita dengan Allah, tetapi juga memulihkan dan menyatukan kita dengan sesama dalam kasih dan damai sejahtera.
PENJELASAN AYAT PERAYAT:
Bapak/ibu saudara/i yang dikasih Tuhan Yesus Kristus, untuk memahami teks ini kita perlu mendalami ayat perayat apa pesan dan makna yang terkandung di dalamnya.
- Ayat 11-12 : Dulu kita terpisah : Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, firman Tuhan mengajak kita untuk mengingat masa lalu kita. Rasul Paulus berkata, "ingatlah…"...artinya iman kita harus dimulai dengan kesadaran. Dahulu kita hidup: Tanpa Kristus, Bukan bagian dalam umat Allah, Tanpa ada janji keselamatan, Tanpa pengharapan, Bahkan tanpa Allah di dunia. Ini bukan sekadar keadaan sosial, tetapi kondisi rohani yang sangat serius. Manusia hidup, bekerja, berhasil, tetapi kosong di hadapan Allah.Oleh Sebab itu manusia Jangan pernah lupa dari mana Tuhan mengangkat kita. Orang yang lupa masa lalunya akan mudah menjadi sombong rohani.
- Ayat 13: "SEKARANG KITA DIDEKATKAN" Tetapi firman Tuhan berkata, "Tetapi sekarang…"Inilah kabar baik Injil! Kita yang dahulu jauh dari Allah, sekarang menjadi dekat---bukan karena usaha kita, tetapi karena darah Kristus. Yesus Kristus telah membuka jalan melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Jarak antara manusia dan Allah tidak lagi menjadi penghalang.Oleh sebab itu: Kedekatan kita dengan Tuhan adalah anugerah. Kita datang kepada-Nya bukan karena layak, tetapi karena dikasihi.
- Ayat 14-18 "TEMBOK PERMUSUHAN DIROBOHKAN": Saudara-saudara, Kristus bukan hanya memberi damai... Tetapi Dia adalah Sumber damai itu sendiri. Ia merobohkan tembok pemisah: Antara Yahudi dan non-Yahudi, Antara manusia dengan manusia, Bahkan antara manusia dengan Allah. Melalui salib: Permusuhan dihancurkan, Dua pihak dijadikan satu, Diciptakan satu manusia baru. Kristus memperdamaikan kita dalam satu tubuh dan membawa kita kepada Bapa melalui Roh Kudus.Oleh sebab itu: Di dalam Kristus tidak ada lagi sekat...tidak ada suku, status, atau perbedaan yang memisahkan.
- Ayat 19: "KITA MENJADI SATU KELUARGA ALLAH" Sekarang kita bukan lagi orang asing. Kita bukan tamu di hadapan Tuhan. Kita adalah: Warga Kerajaan Allah, Anggota keluarga Allah. Ini berarti kita memiliki: Identitas baru, Hak rohani, Hubungan yang intim dengan Allah.Oleh sebab itu: Gereja bukan sekadar tempat ibadah...tetapi tempat dimana keluarga berkumpul. Di dalamnya harus ada kasih, penerimaan, dan kebersamaan.
- Ayat 20-22: "KITA DIBANGUN MENJADI BAIT ALLAH" Firman Tuhan menggambarkan kita sebagai sebuah bangunan rohani. Dasarnya: para rasul dan nabi, Batu penjuru: Yesus Kristus, Kita: batu-batu hidup yang disusun. Dan hasil akhirnya: Kita menjadi bait Allah, tempat Roh Kudus diam. Artinya, Allah tidak lagi tinggal dalam bangunan fisik, tetapi di dalam kehidupan umat-Nya..Oleh sebab itu:Hidup kita harus mencerminkan kekudusan, karena kita adalah tempat tinggal Allah.
PENERAPAN DALAM JEMAAT :
Melalui Pembacaan Alkitab dari Efesus 2:11-22 dengan Tema : DIPERSATUKAN DI DALAM KRISTUS" dapat mengantar kita untuk:
- Bersyukur karena kita yang "jauh" telah menjadi "dekat" Jemaat diingatkan bahwa dahulu kita terpisah dari Allah, tetapi sekarang telah diperdamaikan oleh Kristus. Karena itu, hidup orang percaya harus dipenuhi dengan rasa syukur, bukan kesombongan rohani.
- Menolak segala bentuk perpecahan Kristus telah merobohkan tembok pemisah. Maka jemaat tidak boleh membangun kembali tembok itu melalui suku, kelompok, jabatan, atau kepentingan pribadi. Persatuan adalah kehendak Tuhan, bukan pilihan.
- Hidup sebagai satu keluarga Allah. Kita bukan lagi orang asing, tetapi anggota keluarga Allah. Artinya, jemaat dipanggil untuk saling menerima, mengasihi, dan menopang satu sama lain dalam kehidupan bergereja.
- Menjadi pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari. Kristus adalah damai sejahtera kita. Maka setiap orang percaya dipanggil menjadi alat perdamaian...di dalam keluarga, jemaat, tempat kerja, dan masyarakat.
- Bertumbuh bersama sebagai bait Allah. Jemaat bukan sekadar kumpulan orang, tetapi tempat Allah diam. Karena itu, setiap orang harus menjaga kekudusan, kesatuan, dan pertumbuhan iman bersama. (Bertumbuh bersama dan Berbuah Bersama). Menghidupi iman secara komunal, bukan individual.
Keselamatan tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga membentuk kehidupan bersama. Iman yang benar akan terlihat dalam relasi yang sehat dan penuh kasih dengan sesama. Amin.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
