Oleh: Pdt. Dr. Nelson Kapitarau, S Th, MM
PENDAHULUAN
Bapak Ibu jemaat yang Tuhan Yesus Kasihi,Pada hari ini kita datang berkumpul dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, dengan hati yang penuh syukur. Di tengah segala kesibukan, pergumulan, dan perjalanan hidup kita sepanjang minggu ini, Tuhan tetap setia memelihara dan menyertai setiap aktifitas kita.
Hari ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan bagi kita untuk berhenti sejenak, datang menyembah, memuji, dan mendengarkan firman-Nya. Sebab firman Tuhan berkata bahwa di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, di situ Ia hadir di tengah-tengah mereka.
Karena itu, marilah kita membuka hati, menenangkan diri, dan mempersiapkan diri kita untuk masuk dalam hadirat Tuhan. Biarlah ibadah ini menjadi perjumpaan yang hidup antara kita dengan Tuhan, yang menguatkan iman dan memperbaharui hidup kita.
Pada ibadah ini kita akan belajar bersama dari Surat Galatia yang di Tulis oleh rasul Paulus. Ia adalah seorang rasul yang dipanggil secara khusus untuk memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (non-Yahudi). Surat ini diperkirakan. ditulis sekitar tahun 48-55 Masehi, kemungkinan besar dalam masa perjalanan misi Paulus.
Surat ini ditujukan kepada jemaat-jemaat di wilayah Galatia, yaitu daerah di Asia Kecil (sekarang bagian dari Turki modern). Jemaat di Galatia terdiri dari orang-orang percaya dari latar belakang non-Yahudi yang telah menerima Injil.
Surat ini di kirimkan kepada orang-orang Kristen di Galatia, khususnya jemaat yang sedang mengalami kebingungan iman akibat pengaruh ajaran lain.
Surat ini ditulis dalam suasana yang cukup tegang dan penuh keprihatinan. Setelah Paulus memberitakan Injil di Galatia, muncul kelompok pengajar lain (sering disebut “Yudaisers”- Pengkhianatan seperti Yudas ) yang mengajarkan bahwa untuk diselamatkan, orang bukan Yahudi harus: mengikuti hukum Taurat, harus termasuk disunat. Hal ini membuat jemaat menjadi bingung dan mulai meninggalkan ajaran Injil yang murni.
Karena itu, Paulus menulis surat ini dengan tujuan: Menegaskan bahwa keselamatan hanya oleh kasih karunia melalui iman, bukan karena perbuatan hukum Taurat, ...Membela kerasulannya sebagai utusan Tuhan,....Mengoreksi ajaran yang menyimpang,...Menegaskan kebebasan dalam Kristus. Surat Galatia mengingatkan kita bahwa iman kita harus tetap berpusat kepada Kristus, bukan kepada usaha manusia. Keselamatan adalah anugerah Tuhan, bukan hasil usaha kita sendiri.
PENJELASAN AYAT PERAYAT :
Untuk Memahami Surat Galatia 2:15-21 kita perlu mendalami ayat perayat agar kita dapat memahami makna yang terkandung dalam Surat ini.
- Ayat 15-16: Identitas Orang Yahudi dan Kesadaran Akan Dosa : Paulus memulai dengan mengatakan bahwa ia dan orang Yahudi adalah “orang berdosa” sama seperti bangsa lain. Pada Ayat 16 menjadi ayat kunci: Manusia tidak dibenarkan oleh hukum Taurat, tetapi oleh iman kepada Kristus. Maksudnya bahwa: Orang Yahudi memiliki hukum Taurat, tetapi itu tidak menyelamatkan.... Semua manusia, baik Yahudi maupun non-Yahudi, sama-sama membutuhkan anugerah Tuhan,... Keselamatan tidak tergantung identitas agama atau latar belakang. Jadi Tidak ada manusia yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri melalui perbuatan baiknya.
- Ayat 17-18: Menjawab Kesalah-pahaman tentang Kristus: Paulus menanggapi tuduhan: “Jika kita meninggalkan hukum Taurat, apakah berarti Kristus mendukung dosa?” Jawabannya: Tidak!...Iman kepada Kristus bukan berarti hidup sembarangan,...Kembali kepada hukum Taurat sebagai dasar keselamatan justru: menunjukkan ketidakme-ngertian terhadap Injil. Oleh sebab itu kita di selamatan oleh iman bukan alasan untuk hidup dalam dosa.
- Ayat 19: Mati terhadap Hukum Taurat, Hidup bagi Allah: Rasul paulus berkata “Aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah.” Maksudnya adalah : Hukum Taurat menunjukkan dosa, tetapi tidak memberi hidup, Dalam Kristus, orang percaya: “mati” terhadap sistem lama, “hidup” dalam hubungan baru dengan Allah. Oleh sebab itu Hidup Kristen adalah hidup baru, bukan sekadar aturan lama yang diperbaiki
- Ayat 20 : Hidup dalam Kristus: Rasul paulus katakan “Aku telah disalibkan dengan Kristus... namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Maksudnya adalah : Identitas lama manusia telah mati, ...kini Hidup orang percaya sekarang, hidup yang dipimpin oleh Kristus dan berdasarkan iman, bukan usaha dirikita sendiri tetapi karena Kristus yang Mengasihi kita dan Menyerahkan diri-Nya bagi Kita. Jadi Hidu orang Kristen yaitu hidup yang berpusat pada Kristus.
- Ayat 21: Anugerah Tidak Boleh Disia-siakan: Paulus menutup dengan tegas: Jika kebenaran bisa diperoleh melalui hukum Taurat, maka kematian Kristus sia-sia. Maksudnya adalah Keselamatan adalah murni anugerah, Tidaka ada syarat lain jika kita menembahkan syarat lain maka kita merendahkan karya salib Kristus. Jadi kita tidak boleh menggantikan anugerah dengan usaha manusia.
PENERAPAN DALAM JEMAAT :
Melalui Pembacaan Alkitab dari Galatia 2:15-21 dengan tema Khotbah: “Dibenarkan oleh Iman, Bukan oleh Hukum Taurat” mengantar kita untuk memahami beberapa pesan penting untuk kita yang dapat kita peganag dan lakukan dalam kehidupan berjemaat yaitu:- Baik orang Yahudi maupun Non Yahudi kita sama sama adalah orang berdosa, dan kita sama-sama membutuhkan Anugerah Tuhan.
- Iman Kepada Kristus adalah Jalan Keselamatan,bukan kerena kita di Sunat,Bukan karena melakukan Hukum Taurat,bukan melakukan hal-hal yang bersifat Tradisional yang dapat menyelamatkan kita,tetapi keselamatan itu hanya karena Anugerah dan Keselamatan dari Tuhan Yesus.
Hidup baru dalam Kristus, Rasul Paulus katakan “Aku hidup, tetapi bukan lagi aku, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Maksudnya adalah Hidup orang percaya harus berubah, Kristus menjadi pusat kehidupan, artinya Yesus menjadi dasar dari semua keinginan dan cita-cita kita, kita bangun diatas Kristus. Amin.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
