PEMBACAAN ALKITAB : KITAB ESTER 5:1-8 TEMA: KEBERANIAN DALAM PENYERTAAN ALLAH
Oleh: Pdt Dr Nelson Kapitarau,S.Th,MM
PENDAHLUAN
Syalom, Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus.Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus karena oleh kasih karunia-Nya kita kembali dipertemukan pada hari Minggu yang indah ini untuk bersekutu, memuji, dan mendengarkan firman-Nya. Kiranya Roh Kudus membuka hati dan pikiran kita, sehingga firman yang kita dengarkan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengubah kehidupan kita.
Bapak, Ibu, dan Saudara-saudari yang terkasih,Pada Minggu yang lalu, kita telah merenungkan firman Tuhan dari Kitab Ester 3:1-15 dengan tema "Tetap Setia di Tengah Tekanan." Melalui bagian firman itu kita belajar bahwa kesetiaan kepada Allah sering kali membawa kita pada berbagai tekanan, tantangan, bahkan ancaman. Mordekhai memilih untuk tetap setia kepada Allah dan tidak sujud kepada Haman, meskipun keputusan itu mengakibatkan munculnya kebencian, fitnah, dan rencana pemusnahan terhadap seluruh bangsa Yahudi. Firman Tuhan mengajarkan bahwa orang yang hidup dalam kebenaran tidak selalu berjalan di jalan yang mudah, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya ketika mereka tetap setia kepada-Nya.
Hari ini kita melanjutkan perjalanan iman melalui Kitab Ester 5:1-8 dengan tema "Keberanian dalam Penyertaan Allah." Jika minggu lalu kita belajar tentang kesetiaan di tengah tekanan, maka minggu ini kita melihat bahwa kesetiaan kepada Allah melahirkan keberanian untuk bertindak pada waktu yang tepat. Ester tidak lagi hanya menangis atau berdiam diri menghadapi ancaman. Setelah berpuasa dan mencari kehendak Tuhan, ia melangkah dengan iman menghadap raja, sekalipun tindakan itu dapat mengorbankan nyawanya. Keberaniannya bukan bersumber dari kekuatan dirinya, kedudukannya sebagai ratu, atau kemampuannya sendiri, melainkan dari keyakinan bahwa Allah menyertai dan bekerja di balik setiap peristiwa.
Melalui bagian firman ini, kita akan belajar bahwa penyertaan Allah tidak selalu menghilangkan tekanan hidup, tetapi memberikan keberanian kepada umat-Nya untuk menghadapi tekanan itu dengan iman. Ketika kita percaya kepada Tuhan, Dia memimpin langkah-langkah kita, membuka jalan yang tidak terlihat, dan menggenapi rencana-Nya menurut waktu-Nya yang sempurna.
Karena itu, marilah kita membuka hati untuk mendengarkan firman Tuhan yang akan dibacakan dari Kitab Ester 5:1-8, dengan tema: "Keberanian dalam Penyertaan Allah." Kiranya firman ini menguatkan setiap kita agar tetap setia, berani melangkah dalam iman, dan percaya bahwa Allah selalu hadir menyertai umat-Nya dalam setiap pergumulan kehidupan.
PENJELASAN AYAT PERAYAT
Kitab Ester 5:1-8 dapat dipahami sebagai satu titik balik yang sangat penting dalam keseluruhan kitab Ester. Bagian ini menunjukkan bagaimana Allah bekerja melalui keberanian, hikmat, dan waktu yang tepat. Secara naratif, bagian ini dapat dibagi menjadi empat episode utama.
- Ayat 1-2 : Ester Menghadap Raja dengan Keberanian ."Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian kebesaran ratu..." Dalam teks kita di katakan pada hari ketiga melambangkan saat bertindak setelah mempersiapkan diri melalui doa dan puasa (bdk. Ester 4:16). Keberanian sejati lahir dari hubungan dengan Allah, bukan dari keberanian yang nekat. Ester sadar bahwa menghadap raja tanpa dipanggil dapat berakibat hukuman mati. Namun ia tetap melangkah karena keselamatan umat lebih penting daripada keselamatan dirinya. Tongkat emas yang diulurkan raja menggambarkan anugerah dan penerimaan. Dalam terang iman, perkenanan itu menunjukkan bahwa Allah telah bekerja terlebih dahulu sebelum Ester bertindak. Bapak/ibu saudara/i Penyertaan Allah sering mendahului langkah iman umat-Nya.
- Ayat 3-5: Raja Bertanya dan Memberikan Kesempatan. "Apakah permintaanmu, hai Ratu Ester?" Kita lihat Raja bahkan menawarkan sampai setengah kerajaan, menunjukkan kasih dan kepercayaannya kepada Ester. Kesempatan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari pemeliharaan Allah yang mengatur hati seorang raja (bdk. Amsal 21:1). Allah sering membuka pintu yang tidak mampu dibuka oleh manusia. Bapak/Ibu saudara/i Ketika Allah membuka kesempatan, Dia juga menyediakan jalan untuk melaksanakan kehendak-Nya.
- Ayat 6-7: Hikmat Ester Mengundang Raja dan Haman. Mari kita perhatikan bahwa Ester tidak langsung mengungkapkan masalahnya. Ia memilih waktu yang tepat dan tidak dikuasai emosi. Hikmat bukan hanya mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi juga mengetahui kapan harus mengatakannya. Dalam kitab Ester, Allah bekerja bukan melalui mukjizat yang spektakuler, tetapi melalui keputusan-keputusan yang penuh hikmat. Bapak/Ibu/Saudara/i Orang yang hidup dalam penyertaan Allah belajar menunggu waktu Tuhan.
- Ayat 8 : Undangan Perjamuan Kedua. "Datanglah kiranya raja serta Haman..." Mengapa Ester menunda lagi? Penundaan ini justru menjadi bagian penting dari rencana Allah. Di antara perjamuan pertama dan kedua, Allah mengatur berbagai peristiwa, termasuk malam ketika raja tidak dapat tidur (Ester 6), yang menjadi awal kejatuhan Haman. Apa yang tampak sebagai penundaan ternyata adalah pengaturan waktu Allah. Bapak/Ibu/saudara/i Waktu Tuhan selalu lebih sempurna daripada waktu manusia.
PESAN PENTING UNTUK JEMAAT PADA MINGGU INI:
Melalui Tema : Keberanian dalam Penyertaan Allah dari kitab Ester 5:1-8 kita dapat belajar tiga hal penting yaitu:
- Keberanian lahir dari penyerahan diri kepada Allah. Sebelum Ester menghadap raja, ia telah mempersiapkan dirinya melalui doa dan puasa (Ester 4:16). Keberaniannya bukan karena ia seorang ratu, melainkan karena ia telah menyerahkan hidupnya kepada Allah. Iman yang dibangun dalam persekutuan dengan Tuhan melahirkan keberanian untuk menghadapi risiko. Oleh sebab itu Di tengah pergumulan keluarga, pelayanan, pekerjaan, atau masa depan yang tidak pasti, jangan hanya mencari jalan keluar. Datanglah terlebih dahulu kepada Tuhan karena Keberanian sejati lahir dari hati yang berserah kepada-Nya. Sebab Orang yang berserah kepada Allah tidak dikuasai oleh ketakutan, tetapi dipimpin oleh iman.
- Penyertaan Allah memberi keberanian dan hikmat untuk bertindak. Ketika raja mengulurkan tongkat emas, Ester tidak langsung menyampaikan permintaannya. Ia bertindak dengan tenang, sabar, dan penuh hikmat. Penyertaan Allah bukan hanya memberi keberanian untuk melangkah, tetapi juga hikmat untuk mengetahui kapan dan bagaimana harus bertindak. Ketika kita mengambil keputusan, menyelesaikan konflik, atau menghadapi tekanan hidup, kita dipanggil untuk berani sekaligus bijaksana. Iman yang dewasa tidak tergesa-gesa, tetapi menantikan waktu Tuhan. sebab Keberanian yang dipimpin oleh hikmat akan menghasilkan damai dan membawa jalan keluar.
- Allah memakai keberanian satu orang untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Keberanian Ester bukan hanya menyelamatkan dirinya, tetapi juga menjadi awal keselamatan seluruh bangsa Yahudi. Allah sering memakai satu orang yang taat untuk mengubah kehidupan banyak orang. Ingat Tuhan ada Pakai satu orang di dalam keluarga saudara , gereja, tempat kerja, dan masyarakat, Tuhan mencari orang-orang yang berani berdiri dalam kebenaran, menjadi pembawa damai, memperjuangkan keadilan, dan melayani dengan kasih. Jangan berpikir bahwa hidup kita terlalu kecil untuk dipakai Tuhan. Keberanian seorang yang disertai Allah dapat mengubah masa depan banyak orang.
"Marilah kita menjadi seperti Ester. Berani melangkah karena percaya kepada penyertaan Allah, bijaksana dalam setiap keputusan, dan setia menjadi alat Tuhan untuk membawa keselamatan, damai, dan harapan bagi keluarga, gereja, dan masyarakat. Sebab ketika Allah menyertai kita, tidak ada ketakutan yang lebih besar daripada kuasa-Nya." Amin..
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
