KALENDER GEREJAWI:MINGGU SENGSARA I
PEMBACAAN : KELUARAN 5:1-24
TEMA: BEKERJA MENYATU MEMPERLIHATKAN KEPEDULIAN TUHAN
Oleh : PDT NELSON KAPITARAU,S.TH,MM
PENDAHULUAN
Syalom, selamat pagi.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, hari ini, Minggu 15 Februari 2026, kita memasuki Minggu Sengsara Tuhan Yesus yang pertama dari rangkaian tujuh Minggu Sengsara yang akan kita lalui menuju perayaan Paskah. Masa ini mengajak kita merenungkan kasih Allah yang dinyatakan melalui penderitaan, pengorbanan, dan karya keselamatan Kristus bagi dunia.
Pada Minggu yang lalu kita merenungkan firman Tuhan dari Kitab Yunus 4:1-11. Melalui kisah Yunus, kita melihat hati Tuhan yang penuh belas kasih ...Tuhan yang mengasihi bukan hanya umat-Nya, tetapi juga orang-orang yang dianggap jauh dan berdosa. Yunus belajar bahwa kasih Allah lebih luas daripada batas pengertian manusia.
Hari ini, kita diajak membaca firman Tuhan dari Kitab Keluaran 5:1-24. Jika Yunus menyingkapkan kasih Allah bagi semua bangsa, maka Keluaran memperlihatkan kuasa dan kesetiaan Allah yang membebaskan umat-Nya dari penderitaan.
Di tengah penindasan dan kerja paksa di Mesir, Tuhan mendengar jeritan umat-Nya dan mulai menyatakan karya pembebasan-Nya melalui Musa dan Harun.
Melalui firman hari ini, kita akan melihat bahwa Allah yang berbelaskasihan dalam Yunus adalah Allah yang sama yang bertindak membebaskan dalam Keluaran ... Allah yang mengasihi, mendengar, dan bertindak bagi umat-Nya. Dan dalam perjalanan Minggu Sengsara ini, kita diingatkan bahwa kasih dan pembebasan Allah mencapai puncaknya di dalam pengorbanan Yesus Kristus yang menderita dan mati untuk menyelamatkan umat manusia.
Secara tradisi, Kitab Keluaran ditulis oleh Musa sekitar abad ke-15 atau ke-13 SM, tergantung pada pandangan kronologi keluarnya Israel dari Mesir. Nama “Keluaran” berasal dari kata Yunani Exodos yang berarti “keluar” atau “pembebasan”, menunjuk pada keluarnya bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.
Situasi dan latar sejarahnya: Bangsa Israel tinggal di Mesir sejak zaman Yusuf. Mereka bertambah banyak sehingga Firaun merasa terancam. Akibatnya, Israel diperbudak dan dipaksa melakukan kerja berat. Mereka hidup dalam penderitaan dan kehilangan kebebasan.
Kitab ini ditulis untuk menunjukkan kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub; menyatakan kuasa Allah sebagai pembebas; menjelaskan bagaimana Israel dibentuk menjadi umat Allah; serta mengajarkan hukum dan kehidupan kudus sebagai umat perjanjian.
Melalui pembacaan firman hari ini, kita diajak melihat bahwa Tuhan tidak menutup mata terhadap penderitaan umat-Nya. Ia mendengar jeritan mereka, menyertai pergumulan mereka, dan pada waktu-Nya menyatakan pembebasan. Di tengah perjalanan Minggu Sengsara ini, kita diingatkan untuk percaya bahwa Allah yang bekerja membebaskan Israel adalah Allah yang sama yang menyatakan kasih-Nya melalui penderitaan Kristus demi keselamatan kita.
>PENJELASAN AYAT PERAYAT
Selanjutnya kita perlu mendalami penjelasan ayat perayat dari Kitab Keluaran 5:1-24 agar kita dapat memahami subtansi ayatnya dalam penerapanya nanti dalam kehidupan berjemaat.
- Ayat 1 : Musa dan Harun menyampaikan perintah Tuhan kepada Firaun: membiarkan Israel pergi untuk beribadah di padang gurun. Allah ingin umat-Nya bebas bukan sekadar dari kerja paksa, tetapi supaya mereka dapat menyembah-Nya dengan bebas. Kebebasan sejati adalah kebebasan untuk hidup bagi Tuhan.
- Ayat 2: Firaun menolak dengan berkata ia tidak mengenal TUHAN. Firaun merasa dirinya berkuasa dan tidak mengakui otoritas Allah. Ini menunjukkan kesombongan manusia yang menolak Tuhan.
- Ayat 3: Musa menjelaskan bahwa Tuhan Israel telah menemui mereka dan mereka harus mempersembahkan korban. Musa memperingatkan bahwa penolakan terhadap kehendak Tuhan dapat mendatangkan hukuman. Allah itu kudus dan harus dihormati.
- Ayat 4-5: Firaun menuduh Musa dan Harun mengganggu pekerjaan rakyat. Penguasa yang menindas sering melihat pembebasan sebagai ancaman. Bagi Firaun, tenaga kerja lebih penting daripada kebebasan manusia.
- Ayat 6-9: Firaun memperberat kerja bangsa Israel: jerami tidak lagi diberikan, tetapi target tetap sama. Firaun ingin mematahkan semangat mereka. Penindasan sering meningkat ketika orang mulai berharap akan kebebasan.
- Ayat 10-12: Mandor menyampaikan perintah baru dan rakyat harus mencari jerami sendiri. Beban kerja yang tidak adil membuat penderitaan semakin berat. Sistem penindasan memeras tenaga manusia tanpa belas kasihan.
- Ayat 13-14: Mandor Israel dipukul karena tidak memenuhi target. Korban penindasan dipaksa menanggung hukuman meskipun mereka tidak bersalah. Ketidakadilan sistemik tampak nyata.
- Ayat 15-18 : Mandor Israel mengadu kepada Firaun, tetapi ia menuduh mereka malas. Penguasa lalim sering menyalahkan korban dan tidak mau mengakui ketidakadilan.
- Ayat 19: Mandor Israel sadar mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. Mereka menyadari bahwa situasi mereka semakin buruk dan tidak ada pertolongan dari Firaun.
- Ayat 20-21: Bangsa Israel menyalahkan Musa dan Harun atas penderitaan mereka. Saat penderitaan meningkat, iman mudah goyah dan orang cenderung menyalahkan pemimpin atau bahkan Tuhan.
- Ayat 22: Musa kembali kepada Tuhan dan mengeluh. Musa menunjukkan kejujuran iman. Ia tidak menyembunyikan kebingungan dan kesedihannya di hadapan Tuhan.
- Ayat 23: Musa mempertanyakan mengapa Tuhan belum menyelamatkan umat-Nya. Proses pembebasan Allah tidak selalu instan. Tuhan sedang bekerja meskipun manusia belum melihat hasilnya.
- Ayat 24: (Perikop berakhir dengan pergumulan Musa dan penderitaan umat yang belum berakhir.) Pasal ini menggambarkan titik terendah sebelum pembebasan Allah dinyatakan.
PENERAPAN DALAM JEMAAT MINGGU INI
Pada Minggu Sengsara pertama, berdasarkan Keluaran 5:1–24 dengan tema: “Bekerja Menyatu Memperlihatkan Kepedulian Tuhan” Pada awal perjalanan Minggu Sengsara ini, kita diajak merenungkan bahwa penderitaan bukanlah tanda Tuhan meninggalkan umat-Nya. Sebaliknya, di tengah kesulitan, Tuhan sedang bekerja menghadirkan pembebasan dan harapan. Seperti Israel yang tertindas di Mesir, dan seperti Kristus yang menapaki jalan penderitaan menuju salib, kita diingatkan bahwa kasih dan pertolongan Tuhan nyata di tengah pergumulan hidup. Ada 3 pesan penting untuk kita pada minggu ini yaitu:
- Menghidupi keyakinan bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita: Kepedulian Tuhan nyata di tengah penderitaan umat-Nya. Tuhan melihat, mendengar, dan tidak tinggal diam terhadap pergumulan hidup kita. Walau keadaan tampak semakin berat, Tuhan sedang bekerja. Dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan pergumulan hidup minggu ini, ingatlah: kita tidak pernah ditinggalkan Tuhan. Masa Minggu Sengsara mengajak kita memandang salib Kristus dan percaya bahwa kasih Allah tetap setia di tengah penderitaan.
- Membangun kebersamaan dan persatuan sebagai tanda kepedulian Tuhan: Tuhan bekerja melalui kebersamaan umat, bukan perjuangan sendiri. Musa, Harun, dan umat dipanggil berjalan bersama menghadapi penindasan. Kepedulian Tuhan terlihat ketika umat saling menopang. Karena itu, jemaat dipanggil untuk: saling mendukung dan menguatkan, membangun solidaritas, menjauhkan iri hati dan kebencian, memperkuat persaudaraan dalam Kristus. Orang Papua dan semua suku dalam GKI dipanggil untuk bersatu membangun Papua dan Indonesia yang lebih baik ..dengan iman, kasih, dan damai sejahtera ... bukan hanya kepada sesama orang percaya, tetapi juga kepada semua orang. Persatuan adalah tanda kehadiran Tuhan di tengah umat-Nya.
- Penderitaan bukan akhir cerita: Tekanan hidup bukan akhir, tetapi awal karya pembebasan Tuhan. Penderitaan Israel meningkat sebelum pembebasan terjadi. Demikian pula, jalan penderitaan Kristus mendahului kebangkitan. Kesulitan bukan tanda kekalahan, tetapi proses menuju pertolongan Tuhan. Harapan orang percaya tidak berhenti pada penderitaan. Harapan orang Papua dan umat Tuhan tidak berhenti pada kesulitan hidup, sebab sering kali penderitaan menjadi awal pertolongan Tuhan dinyatakan.
Ketika kita berjalan bersama dalam penderitaan, di situlah kepedulian Tuhan menjadi nyata dan harapan pembebasan mulai terlihat.Amin.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
