PEDULI SEPERTI ABRAM DAN MELKISEDEK

Khotbah BP Sinode GKITP

Kejadian 14:17-24

LATAR BELAKANG

Dalam minggu ketiga Tahun Baru 2026, kita diajak merenungkan dua sosok penting dalam Kitab Kejadian: Abram, sang hamba Tuhan yang setia, dan Melkisedek, raja dan imam yang misterius namun penuh berkat. Setelah kemenangan Abram dalam menyelamatkan Lot (Kejadian 14:1-16), muncullah dua tokoh yang menyambutnya: Raja Sodom dan Melkisedek. Di sinilah kita melihat dua respons yang berbeda terhadap keberhasilan dan kemenangan : Raja Sodom datang untuk meminta. Melkisedek datang untuk memberi. Abram memilih memberi hormat kepada imam Allah, bukan tunduk pada daya tarik dunia. Inilah pelajaran bagi jemaat GKI di Tanah Papua: Tahun baru bukan hanya soal kemenangan pribadi, tetapi bagaimana kita peduli - berbagi, memberkati, dan tetap hidup benar di hadapan Allah.

PEMBAGIAN TEKS DAN PENJELASANNYA

Ayat 17 - Abram disambut dua raja

Setelah kemenangan besar, Abram disambut oleh dua raja : Raja Sodom, lambang dunia dengan tawaran kompromi.

Melkisedek, raja Salem, lambang kedamaian dan kekudusan.

Pesan: Setelah keberhasilan, akan ada dua suara yang datang: satu menawarkan kedagingan, satu membawa berkat rohani.

Ayat 18 - Melkisedek memberkati Abram

Melkisedek adalah raja dan imam Allah yang Mahatinggi. la membawa roti dan anggur - lambang perdamaian dan pemulihan, dan memberkati Abram.

Pesan: Sosok Melkisedek mencerminkan kepedulian rohani - ia tidak menuntut, tetapi memberi dan memberkati. Ini adalah gaya kepemimpinan surgawi.

Ayat 19-20 - Doa Berkat atas Abram

melkisedek memberkati Abram dengan mengakui bahwa kemenangan itu perasal dari Allah. Abram merespons dengan memberikan sepersepuluh dari yemua yang dimilikinya. Pesan: Kepedulian dibalas dengan penghormatan dan pemberian. Di sinilah terjadi perjumpaan iman dan kemurahan.

Ayat 21-24 - Abram menolak kekayaan raja Sodom

Raja Sodom menawarkan Abram harta rampasan. Namun Abram menolak, karena tidak ingin memberi kesan bahwa kekayaan berasal dari manusia, bukan dari Allah. Pesan: Kepedulian sejati tidak mencari keuntungan. Abram menjaga integritas rohaninya - ia lebih memilih berkat Allah daripada keuntungan duniawi.

PENERAPAN

Peduli Secara Rohani dan Sosial. Melkisedek datang membawa roti dan anggur simbol perhatian kepada tubuh dan jiwa. Gereja dipanggil untuk menjadi seperti Melkisedek: membawa kehadiran Allah, berkat, dan pemulihan kepada orang- orang yang letih berjuang.

Jangan Biarkan Keberhasilan Membutakan Kesadaran Rohani. Abram tidak tergoda oleh kekayaan dunia (Raja Sodom). la memilih bersekutu dengan yang kudus (Melkisedek). Tahun Baru ini, jangan tertipu oleh janji dunia yang cepat dan menggiurkan. Mari tetap setia dalam pengudusan dan kebenaran.

Belajarlah Memberi, Seperti Abram Memberi Persepuluhan. Abram memberi sepersepuluh sebagai tanggapan atas berkat Allah. Memberi bukan karena disuruh, tapi karena hati yang penuh syukur. Tahun ini, mari belajar memberi: waktu, tenaga, kasih, doa, dan persembahan - sebagai wujud kepedulian dan hormat kepada Tuhan.

Jadilah Pemimpin yang Memberi Berkat, Bukan Mengambil. Melkisedek Adalah pemimpin rohani yang memberi, bukan menuntut. GKI di Tanah Papua dipanggil untuk melahirkan pemimpin seperti ini - yang peduli, hadir membawa damai, dan memuliakan Allah, bukan memperkaya diri. Abram dan Melkisedek sama- sama menunjukkan kepedulian dalam konteks yang berbeda: Abram peduli kepada Lot dan menolongnya dengan berani Melkisedek za kepada Abram dan memberkatinya dengan roti, anggur dan doa. Mari di tahun baru ini, kita menjadi seperti mereka: Peduli kepada sesama dan setia kepada Tuhan. Berani menolak kompromi dan teguh dalam kebenaran Membawa damai dan memberkati orang lain, Amin.

Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
GKI Martin Luther

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama