KALENDER GEREJAWI:MINGGU SENGSARA KEDUA
PEMBACAAN : KELUARAN 6:1-13
TEMA: KEPEDULIAN TUHAN DALAM PENGUTUSAN MUSA
Oleh : PDT NELSON KAPITARAU,S.TH,MM
PENDAHULUAN
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan,dalam ibadah Minggu yang lalu kita telah merenungkan firman Tuhan dari Keluaran 5:1-24, ketika Musa dan Harun menyampaikan perintah Allah kepada Firaun, namun justru penindasan terhadap bangsa Israel semakin berat. Umat Allah mengalami penderitaan, kekecewaan, dan keputusasaan. Bahkan Musa sendiri bergumul dan bertanya kepada Tuhan tentang penderitaan yang semakin berat itu.
Melalui firman tersebut kita belajar bahwa ketaatan kepada Tuhan tidak selalu segera menghasilkan kelegaan; sering kali iman diuji melalui penderitaan. Namun di tengah pergumulan, Allah tetap bekerja dan tidak meninggalkan umat-Nya.
Saudara-saudara terkasih dalam Kristus, memasuki Minggu Sengsara Kedua, kita mendengarkan kelanjutan firman Tuhan dari Keluaran 6:1-13. Setelah penderitaan yang berat dan keputusasaan umat, Tuhan menyatakan kepedulian-Nya: Ia mengingat perjanjian-Nya, mendengar jeritan umat-Nya, dan berjanji untuk membebaskan mereka. Tuhan meneguhkan Musa dan mengutusnya kembali untuk melaksanakan rencana keselamatan-Nya.
Firman ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah tinggal diam terhadap penderitaan umat-Nya. Ia peduli, Ia bertindak, dan Ia menghadirkan pembebasan. Dalam Teks Keluaran 6:1-13 merupakan jawaban Allah atas pergumulan Musa dan penderitaan Israel yang semakin berat (pasal 5). Bagian ini menunjukkan bagaimana Allah menyatakan diri-Nya, meneguhkan janji keselamatan, serta meneguhkan kembali panggilan Musa. Secara naratif, bagian ini dapat dipahami dalam beberapa adegan berdasarkan perubahan tindakan, subjek pembicara, dan perkembangan peristiwa.
PENJELASAN AYAT PER AYAT
Untuk Memahami kitab Keluaran 6:1-13 kita perlu memahami ayat perayat atau adegan didalam peristiwa ini agar kita mendapatkan isi pesan yang hendak kita lakukan.
- Ayat 1: Tuhan Menjamin Pembebasan, Tuhan menegaskan tindakan-Nya Allah menyatakan bahwa Firaun akhirnya akan membiarkan Israel pergi karena kuasa tangan Tuhan yang kuat, maksudnya bahwa Pembebasan bukan hasil kekuatan manusia, tetapi karya kuasa Allah. >
- Ayat 2-5 : Tuhan Menyatakan Identitas dan Kesetiaan Perjanjian, Allah menyatakan diri dan mengingat perjanjian Tuhan memperkenalkan diri sebagai TUHAN (YHWH), Allah yang menyatakan diri kepada para leluhur, mengingat perjanjian-Nya, dan mendengar keluhan umat-Nya. Disini kita belajar bahwa Keselamatan Israel berakar pada kesetiaan Allah terhadap perjanjian-Nya. >
- Ayat 6-8: Janji Penyelamatan Allah, Allah berjanji bertindak menyelamatkan, Allah memerintahkan Musa menyampaikan janji pembebasan kepada Israel. Terdapat rangkaian tindakan penyelamatan: yang di mulai dari,mengeluarkan dari kerja paksa,melepaskan dari perbudakan, menebus dengan tangan teracung,mengangkat menjadi umat-Nya, menjadi Allah mereka,membawa ke tanah perjanjian, memberikan negeri itu sebagai milik, disni kita dapat memahami bahwa: Allah tidak hanya membebaskan dari penderitaan, tetapi memulihkan relasi dan masa depan umat. >
- Ayat 9: Respons Putus Asa Bangsa Israel, Israel tidak mendengarkan Musa Bangsa Israel menolak mendengar karena patah semangat dan penderitaan yang berat. Dalam kehidupan sehari hari Penderitaan yang berkepanjangan dapat melemahkan iman dan harapan kita. >
- Ayat 10-11: Perintah Tuhan untuk Kembali kepada Firaun, Tuhan memberi perintah baru Allah menyuruh Musa kembali berbicara kepada Firaun agar Israel dibebaskan. Kita belajar bahwa,Misi Allah tetap berjalan meskipun situasi tampak tidak berubah. >
- Ayat 12:Keberatan Musa,Musa merasa tidak layak Musa mengungkapkan keraguannya,jika Israel saja tidak mendengarkan dia, bagaimana mungkin Firaun mau mendengarkan Musa. Para Pelayan Tuhan sering kali bergumul dengan rasa tidak mampu dan penolakan dari umat Tuhan atau orang lain. >
- Ayat 13: Peneguhan Mandat Ilahi, Tuhan menetapkan perintah tegas Tuhan memberi mandat kepada Musa dan Harun untuk memimpin Israel keluar dari Mesir. Panggilan Allah diteguhkan oleh otoritas-Nya, bukan oleh kemampuan manusia.
PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN JEMAAT
Pesan Firman Tuhan pada Minggu Sengsara Kedua berdasarkan Keluaran 6:1–13 dengan tema: “Kepedulian Tuhan dalam Pengutusan Musa” Pada bagian ini, Allah menjawab keputusasaan Musa dan penderitaan Israel. Di tengah penindasan dan hilangnya harapan, Tuhan menyatakan kepedulian-Nya, mengingat perjanjian-Nya, dan bertindak melalui pengutusan Musa. Firman ini menolong jemaat melihat bahwa Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya.
- Tuhan Melihat dan Peduli terhadap Penderitaan Umat-Nya: Allah berkata bahwa Ia mendengar keluhan dan melihat penderitaan Israel (ay. 5). Tuhan tidak buta terhadap penderitaan kita.Pergumulan hidup, sakit, tekanan ekonomi, dan pergumulan keluarga tidak luput dari perhatian Tuhan. Minggu Sengsara kedua mengingatkan kita bahwa ,Allah memahami penderitaan manusia melalui penderitaan Kristus.
- Tuhan Tetap Setia pada Janji-Nya: Allah mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub (ay. 4–5). Janji Tuhan tidak pernah berubah. Ketika hidup terasa gelap, kesetiaan Tuhan tetap teguh. Kita percaya bahwa Keselamatan dalam Kristus adalah bukti kesetiaan Allah yang kekal.
- Tuhan Bertindak untuk Menyelamatkan: Allah berjanji untuk membebaskan, melepaskan, menebus,menjadikan umat milik-Nya (ay. 6-7). Tuhan tidak hanya melihat penderitaan kita tetapi Ia bertindak.Keselamatan yang kita peroleh adalah karya kasih Allah. Puncak tindakan Allah terlihat dalam pengorbanan Yesus di kayu salib.
- Keputusasaan Manusia Tidak Menghentikan Rencana Allah,Bangsa Israel tidak mendengarkan Musa karena patah semangat (ay. 9).Penderitaan dapat melemahkan iman. Namun ketidakpercayaan manusia tidak membatalkan rencana Tuhan. Bapak Ibu Jemaat kita ingat bahwa Tuhan tetap bekerja meskipun kita lemah.
- Tuhan Memanggil dan Mengutus Orang Biasa untuk Rencana-Nya: Musa merasa tidak layak dan takut (ay. 12), tetapi Tuhan tetap mengutusnya: Tuhan memakai orang yang merasa lemah dan tidak dianggap,Pelayanan bukan karena kemampuan, tetapi karena panggilan Tuhan. Minggu Sengsara mengingatkan kita untuk taat mengikuti panggilan Kristus.
Kalimat Inspirasi untuk minggu ini :
Allah peduli, Allah mengingat, Allah bertindak, dan Allah mengutus.
Di tengah penderitaan dunia, Tuhan tidak tinggal diam. Ia hadir, menyelamatkan, dan mengajak umat-Nya menjadi alat kasih-Nya. Amin
