Allah Peduli Kepada Kita Seperti Allah Peduli Kepada Abram dan Lot

Kejadian 13:1-18
Oleh: Pdt. Nelson Kapitarau, S.Th, M.Th

PENDAHULUAN

Shalom jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Dengan rasa syukur kita naikan kehadirat Tuhan, pada hari ini kita mengawali ibadah Minggu pertama di tahun 2026, sebuah tahun yang oleh Gereja Kristen Injili di Tanah Papua ditetapkan sebagai Tahun Kepedulian. Kita percaya, setiap tahun yang baru bukan sekadar pergantian waktu, tetapi kesempatan baru untuk memperbarui iman, sikap hidup, dan cara kita melayani Tuhan serta sesama.

Firman Tuhan yang akan kita dengarkan dari Kitab Kejadian 13:1-18 mengisahkan tentang Abram yang menunjukkan kepedulian nyata: kepedulian menjaga damai, kepedulian terhadap relasi dengan Lot, dan kepedulian untuk hidup taat kepada Tuhan. Di tengah potensi konflik dan kepentingan pribadi, Abram memilih mengalah demi persaudaraan, dan Tuhan meneguhkan janji-Nya atas hidupnya.

Di awal Tahun Kepedulian ini, Firman Tuhan mengajak kita untuk belajar peduli---peduli terhadap sesama, peduli terhadap kehidupan jemaat, peduli terhadap keutuhan keluarga, dan peduli untuk berjalan setia dalam kehendak Tuhan.

Kiranya melalui ibadah ini, Tuhan membentuk hati kita menjadi umat yang peka, rendah hati, dan siap menjadi alat kasih-Nya di Tanah Papua.

Jemaat yang terkasih,

Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan yang menjadi dasar perenungan kita hari ini, dari Kejadian 13:1-18, tentang kepedulian yang diwujudkan dalam sikap mengalah, menjaga damai, dan mempercayakan masa depan kepada Tuhan.

Secara tradisi Yahudi dan Kristen, Kitab Kejadian diyakini ditulis oleh Musa. Musa dikenal sebagai pemimpin Israel yang membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Ia juga dipahami sebagai penyusun Taurat (Pentateukh): Kejadian,Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Musa menulis dengan bimbingan dan inspirasi Allah, berdasarkan: Penyataan Allah, Tradisi lisan nenek moyang (Adam,Nuh,Abraham,Ishak,Yakub,Yusuf) dan Pengalaman sejarah umat Israel.

Kitab Kejadian diperkirakan ditulis sekitar tahun 1446-1406 SM. Penulisan dilakukan selama perjalanan Israel di padang gurun, setelah keluar dari Mesir. Tahun ini sejalan dengan periode hidup Musa dan peristiwa Eksodus. Walaupun peristiwa dalam Kejadian mencakup waktu yang sangat panjang (dari penciptaan sampai zaman Yusuf), penulisannya terjadi jauh sesudah peristiwa-peristiwa itu.

Kitab Kejadian ditulis kepada bangsa Israel Dengan Tujuan untuk : Memberi identitas iman kepada Israel, Menjelaskan asal-usul mereka sebagai umat pilihan Allah dan Menjawab pertanyaan mendasar: Siapa Allah yang kami sembah? Dari mana asal kami? Mengapa kami disebut umat perjanjian?

Kitab Kejadian ditulis dalam suasana transisi dan krisis identitas. Konteksnya: Bangsa Israel baru keluar dari perbudakan Mesir, Hidup di padang gurun, Berhadapan dengan: Bangsa-bangsa penyembah berhala, Kisah penciptaan dan dewa-dewa Mesir serta Kanaan. Karena itu, Kitab Kejadian menegaskan bahwa: Allah itu satu (monoteisme),Allah adalah Pencipta langit dan bumi,Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, Sejarah manusia berada dibawah rencana dan pemeliharaan Allah.

PENJELASAN AYAT PERAYAT

Mari kita ikut Penjelasan ayat perayat dari kitab Kejadian 13:1-18.

  1. Abram Kembali dengan Berkat Allah (ay. 1-4): Pada Ayat 1-2 Abram kembali dari Mesir ke Negeb: Ia keluar dari Mesir dengan harta yang banyak,Tetapi kekayaan ini juga membawa potensi konflik. Apa Pesan buat kita: Berkat Tuhan bisa menjadi ujian iman bila tidak dikelola dengan hikmat. Pada Ayat 3-4 Abram kembali ke tempat mezbah, Ia memanggil nama TUHAN, Makna rohaninya: Pemulihan rohani selalu dimulai dengan kembali kepada Allah, bukan kepada harta.
  2. Konflik Antara Gembala Abram dan Lot (ay. 5-7): pada Ayat 5-6 Tanah tidak cukup untuk ternak Abram dan Lot, Berkat menjadi sumber persoalan, Pada Ayat 7 Terjadi pertengkaran, Disebutkan: orang Kanaan dan Feris masih tinggal di negeri itu, Makna buat kita: Bahwa Kesaksian umat Tuhan dipertaruhkan di tengah dunia.
  3. Sikap Iman dan Kerendahan Hati Abram (ay. 8-9),Pada Ayat 8 Abram berkata: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau…” Abram itu Lebih tua , Ia Pemilik janji Allah, Tetapi mengalah demi damai. Pada Ayat 9: Abram memberi Lot hak memilih lebih dulu ,Pesan penting buat kita: Orang beriman sejati tidak takut kehilangan, karena ia percaya Tuhan memegang masa depannya.
  4. Peneguhan Janji Allah kepada Abram (ay. 14-17) Natas inti Pada Ayat 14,Allah berbicara setelah Lot berpisah, Abram diminta mengangkat mata--bukan memilih, tapi menerima janji. Pada Ayat 15-16,Janji tanah, Janji keturunan seperti debu tanah,Makna teologis buat kita: Allah memberi lebih dari yang dilepaskan Abram. Pada Ayat 17 Abram diminta berjalan menjelajahi negeri. Tindakan iman: Janji Allah perlu diresponi dengan langkah iman.
  5. Respons Iman Abram (ay. 18) Pada Ayat 18 Abram pindah ke Hebron dan Mendirikan mezbah bagi TUHAN, Kesimpulan: Iman sejati selalu berakhir pada penyembahan dan ucapan syukur.

PENERAPAN DALAM JEMAAT

Sesuai dengan pembacaan Alkitab kita Pada Minggu ini yaitu Kitab Kejadian 13:1-18 dengan Tema Khotbah: “Allah Peduli Kita Seperti Allah Peduli pada Abram dan Lot” di Tahun Kepedulian GKI di Tanah Papua 2026 adalah sebagai berikut:

  1. Allah Peduli pada Keutuhan Relasi dan Kedamaian: Kejadian 13:5-9,Allah melihat konflik antara Abram dan Lot. Melalui sikap Abram yang mengalah, Allah menunjukkan bahwa kepedulian-Nya nyata dalam menjaga damai. Pesan bagi jemaat: Kepedulian Kristen dimulai dari: Menghindari pertengkaran,Mengutamakan persaudaraan, Menjaga kesaksian iman. Pada bagian ini Jemaat dipanggil peduli pada keutuhan keluarga dan persekutuan, bukan memperbesar konflik. Kebenaran iman hari ini bahwa: Allah peduli pada hubungan yang rukun lebih daripada kepentingan pribadi.
  2. Allah Peduli Saat Kita Harus Membuat Pilihan Hidup. Kejadian 13:10-13,Lot memilih berdasarkan apa yang terlihat baik di mata manusia. Abram memilih percaya dan menyerahkan pilihan kepada Tuhan. Pesan bagi jemaat: Dalam memilih: pekerjaan,usaha, tempat tinggal,calon istri/suami,dan arah pelayanan jemaat diajak bertanya: “Apakah pilihan ini sesuai kehendak Tuhan?” Peringatan iman: Allah peduli bukan hanya pada hasil pilihan kita, tetapi juga cara kita memilih.
  3. Allah Peduli dan Menjamin Masa Depan Orang yang Percaya kepada-Nya,Kejadian 13:14-17 Setelah Abram mengalah, Allah sendiri meneguhkan janji-Nya. Abram kehilangan wilayah pilihan, tetapi menerima kepastian janji Tuhan. Pesan bagi jemaat: Saat jemaat: mengalah demi damai,setia meski dirugikan,taat walau tidak mudah,Allah peduli dan tidak tinggal diam. Janji iman: Allah selalu memberi lebih baik dari apa yang kita lepaskan demi kebenaran.
  4. Kepedulian Allah Mengundang Respon Iman dan Penyembahan.Kejadian 13:18 Abram mendirikan mezbah sebagai respon atas kepedulian dan janji Allah. Pesan bagi jemaat: Kepedulian Allah harus dijawab dengan: Kehidupan doa,kesetiaan beribadah,kepedulian nyata kepada sesama Iman yang hidup: Orang yang menyadari kepedulian Allah akan hidup peduli bagi orang lain dan lingkungan diamana Ia tinggal.

“Di Tahun Kepedulian ini, marilah kita menjadi jemaat yang percaya bahwa Allah peduli pada hidup kita, dan karena itu kita pun terpanggil untuk saling peduli, menjaga damai, dan hidup setia dalam janji Tuhan.”Amin.

Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
GKI Martin Luther

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama