Natal dan Dukacita

Bahan Khotbah oleh BP Sinode GKITP
MATIUS 2:16-18

PENGANTAR

Hari Minggu 28 Desember adalah hari ke-362, triwulan IV Oktober-November- Desember 2025, minggu ke-52, Minggu Dalam Masa Natal. Fokus tahun pelayanan 2025, yaitu “kesehatian”, yang dimaksud dengan tahun kesehatian adalah “penekanan kepada sinergitas pikiran, hati dan tindakan di dalam melaksanakan semua keputusan Gereja dan melahirkan budaya baru berbasis nilai-nilai Kesehatian, Ketekunan, Kesetiaan dan Ketaatan Iman.” Tema triwulan IV adalah “Sehati Menyambut Tuhan dan Memuliakan- Nya” dan tema khusus bulan Desember “Penyembahan sebagai Persembahan Eskatologis dan maranatha”, Firman Tuhan untuk kita pada Minggu dalam masa Natal - Matius 2:16-18 dengan tema tekstual “Tanda Kedatangan Tuhan”

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi.

Apa yang saudara lakukan ketika sedang marah?. Umumnya berbicara dan melakukan suatu tindakan, sekalipun ada juga seseorang kalau sedang marah, memilih untuk berdiam diri pada waktu tertentu. Mengapa seseorang marah?. Umumnya karena antara harapan berbeda dengan kenyaaan. Raja Herodes marah sebab para Majus tidak kembali kepadanya, padahal pasti Herodes berharap akan mendapat informasi tambahan dari mereka setelah para Majus berjumpa dengan bayi Yesus yang baru dilahirkan itu. Ketakutan kehilangan takhtanya sebagai seorang raja serta merasa diperdaya oleh para Majus membuat Herodes sangat marah lalu memberi perintah yakni dilakukan pembunuhan terhadap anak-anak yang berumur 2 (dua) tahun ke bawah yang berada di kota Betlehem dan sekitarnya. Bagi Herodes, dengan tindakan yang kejam ini, maka, pasti bayi Yesus pun akan ikut terbunuh, apalagi ketika itu,

pikiran dan rancangan Herodes semata. Herodes lupa akan kebesaran dan kemahakuasaan Allah, telah meluputkan bayi Yesus dari ancaman pembunuhan tersebut. Yusuf, Maria dan bayi Yesus telah menyingkir ke Mesir, sebagaimana petunjuk dari malaikat kepada Yusuf (Mat. 2:13-14).

Pembunuhan bagi anak-anak yang berusia 2 (dua) tahun ke bawah, tentu membawa rasa kehilangan serta kepedihan yang amat sangat dalam. Kepedihan yang dialami, diungkapkan seperti yang termuat dalam Yeremia 31:15 "Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi".

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi.

Dari sikap dan tindakan Herodes kita diingatkan :

  1. Hati-hati kalau kita marah, sebab terkadang saat kita marah, kata-kata dan sikap kita bisa saja tidak terkontrol sehingga membuat kita menjadi sombong serta menyakiti orang lain, padahal, awalnya maksud kita itu baik yakni dengan tujuan untuk perbaikan ke depan. Di penghujung tahun ini, mari kita mengoreksi diri dan hidup masing- masing di hadapan Tuhan.
  2. Herodes menggunakan kekuasaannya untuk melakukan kejahatan yakni memberi perintah untuk melakukan pembunuhan. Bagaimana dengan kita selama hidup di tahun 2024 ini. Apakah kita menggunakan kewenangan, kekuasaan kita untuk hal-hal yang baik dan berguna bagi banyak orang ataukah justru mempersulit dan menyusahkan sesama kita?
  3. Kemahakuasaan dan kebesaran Tuhan selalu nyata dalam semua keadaan hidup kita. Bukti kemahakuasaan dan kebesaran Tuhan itulah, maka, kita ada sampai saat ini secara khusus di penghujung tahun ini. Sebab itu, seharusnya kita terus bersyukur kepada Tuhan serta dengan keyakinan akan kemahakuasaan dan kebesaran Tuhan, kita akan mengakhiri tahun ini dan menyambut tahun yang baru sebagai anugerah Tuhan.
  4. Kita tidak pernah menduga, bila situasi Natal memberikan kita suatu pengertian untuk melihat kehidupan nyata di sekeliling kita, yakni :
    • (a) Natal adalah berita sukacita bagi dunia, bagi bangsa-bangsa. Allah
    • mengerjakan suatu karya melalui "inkarnasi", Firman Yang Telah Menjadi Manusia, di ujung dari seluruh karya Allah melalui Tuhan Yesus Kristus, dunia ditebus. Inilah kasih karunia Allah, inilah anugerah Allah, inilah maksud "Natal" sebagai berita sukacita.
    • (b) Dunia tidak mengerti maksud Allah, kecelakaan dan kejahatan menjadi suatu bentuk nyata yang dialami dunia oleh siapa saja yang tidak mengenal Allah dan rencana-Nya. Anak-anak menjadi korban atas peradaban baru yang sudah datang di dalam Tuhan Yesus Kristus. Amin.
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
GKI Martin Luther

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama