PENDAHULUAN
Shalom, selamat pagi dan salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
Jemaat yang dikasihi Tuhan, pada ibadah Minggu yang lalu kita telah mendengarkan firman Tuhan dari Surat I Yohanes 1:5-10 dengan tema "Allah adalah Terang." Melalui firman itu kita diingatkan bahwa Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Oleh karena itu, setiap orang percaya dipanggil untuk hidup di dalam terang, mengakui dosa dengan jujur, dan percaya bahwa Allah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa serta menyucikan kita dari segala kejahatan.
Hari ini kita akan melanjutkan perenungan kita melalui Surat I Yohanes 2:1-6 dengan tema "Kristus Pengantara Kita." Jika pada minggu yang lalu kita diajak menyadari realitas dosa dan pentingnya hidup di dalam terang Allah, maka hari ini kita memperoleh penghiburan yang besar: ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita tidak dibiarkan berjalan sendiri. Allah telah menyediakan Yesus Kristus, Anak-Nya yang benar, sebagai Pengantara bagi kita di hadapan Bapa. Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, kita memperoleh pengampunan, pendamaian, dan kehidupan yang baru.
Firman Tuhan pada hari ini juga mengingatkan bahwa mengenal Kristus bukan hanya melalui pengakuan dibibir, tetapi harus nyata dalam kehidupan yang taat kepada perintah-perintah-Nya dan berjalan seperti Kristus telah berjalan.
Karena itu, marilah kita membuka hati dan pikiran, memohon agar Roh Kudus menolong kita memahami firman Tuhan, sehingga kita tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.
PENJELASAN AYAT DEMI AYAT
Surat I Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes sekitar tahun 85–95 M, kemungkinan besar dari kota Efesus. Surat ini ditujukan kepada jemaat-jemaat di Asia Kecil yang sedang menghadapi ajaran sesat, terutama ajaran Gnostik. Para pengajar palsu menganggap bahwa dosa dalam tubuh tidak memengaruhi hubungan dengan Allah, sehingga mereka meremehkan kehidupan yang kudus.
Karena itu Yohanes menegaskan bahwa orang percaya dipanggil untuk hidup dalam terang, mengakui dosa, dan menaati Kristus. Setelah pada pasal 1 Yohanes berbicara tentang pengakuan dosa, pada pasal 2 ia menunjukkan siapa yang menjadi penolong orang berdosa, yaitu Yesus Kristus.
- Ayat 1: "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa. Namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang Pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil." "Anak-anakku..." Yohanes berbicara sebagai seorang bapa rohani. Kata ini menunjukkan kasih, perhatian, dan hubungan yang erat dengan jemaat. "Supaya kamu jangan berbuat dosa." Tujuan Injil bukan supaya orang merasa bebas berbuat dosa karena ada pengampunan. Sebaliknya, kasih karunia mendorong orang percaya hidup dalam kekudusan. "Jika seorang berbuat dosa..." Yohanes realistis. Orang percaya masih dapat jatuh ke dalam dosa karena kelemahan manusia. Tetapi dosa bukan lagi gaya hidup orang percaya. "Kita mempunyai seorang Pengantara." Kata Yunani Parakletos berarti: pembela, penasihat, penolong, advokat. Dalam Injil Yohanes istilah ini dipakai bagi Roh Kudus, tetapi di sini dipakai bagi Yesus yang membela umat-Nya di hadapan Bapa. "Yesus Kristus yang adil." Hanya Yesus yang layak menjadi Pengantara karena: tidak pernah berdosa, sempurna, benar di hadapan Allah.
- Ayat 2 "Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita..." Kata pendamaian berasal dari kata Yunani Hilasmos, yang berarti korban yang memuaskan keadilan Allah. Artinya: Yesus bukan hanya berbicara bagi kita, tetapi Ia sendiri menjadi korban bagi dosa kita. Salib memenuhi tuntutan keadilan Allah sekaligus menyatakan kasih Allah. "...bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia." Artinya: keselamatan tersedia bagi semua manusia, tetapi hanya efektif bagi mereka yang percaya kepada Kristus. Ayat ini menunjukkan bahwa Injil bersifat universal.
- Ayat 3 "Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya." Dalam Alkitab, mengenal Allah bukan sekadar mengetahui tentang Allah. Mengenal berarti: hidup bersama-Nya, memiliki hubungan pribadi, taat kepada-Nya. Ukuran iman bukan pengetahuan, melainkan ketaatan.
- Ayat 4 "Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah pendusta."Yohanes sangat tegas. Mengaku mengenal Allah tetapi hidup terus dalam ketidaktaatan adalah kebohongan rohani. Iman sejati selalu menghasilkan perubahan hidup.
- Ayat 5 "Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah." Kasih Allah menjadi sempurna bukan berarti kasih Allah bertambah. kasih Allah mencapai tujuannya ketika menghasilkan kehidupan yang taat. Ketaatan adalah buah dari kasih kepada Kristus. "Dengan itulah kita ketahui bahwa kita ada di dalam Dia." Orang yang tinggal di dalam Kristus akan memperlihatkan kehidupan yang terus bertumbuh dalam kasih dan ketaatan. Semakin dekat kepada Kristus, semakin nyata perubahan hidup kita.
- Ayat 6 "Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup."Inilah puncak bagian ini. Menjadi orang Kristen berarti: mengikuti teladan Kristus, meneladani kasih-Nya, meneladani kerendahan hati-Nya, meneladani kekudusan-Nya, meneladani ketaatan-Nya kepada Bapa. Hidup seperti Kristus berarti seluruh kehidupan menjadi cermin dari karakter Yesus. Pertanyaan penting bagi setiap orang percaya ialah: "Apakah hidup saya mencerminkan kehidupan Kristus?"
PENERAPAN DALAM JEMAAT:
Melalui tema "Kristus Pengantara Kita" mengantar kita untuk memahami tiga pesan penting untuk kita pada minggu ini yaitu:
- Kristus Menjadi Pengantara bagi Orang Berdosa (Ayat 1-2): Yohanes mengingatkan bahwa tujuan hidup orang percaya adalah tidak berbuat dosa. Namun, jika kita jatuh dalam dosa, kita tidak dibiarkan sendirian. Yesus Kristus hadir sebagai Pengantara yang membela kita di hadapan Bapa dan telah menjadi korban pendamaian bagi dosa-dosa kita. Pesan bagi jemaat: Jangan berputus asa karena kegagalan.Datanglah kepada Kristus dengan pertobatan.Percayalah bahwa pengampunan tersedia bagi setiap orang yang sungguh-sungguh kembali kepada Tuhan.
- Mengenal Kristus Harus Terlihat dalam Ketaatan (Ayat 3-5) Yohanes menegaskan bahwa mengenal Kristus bukan hanya soal pengakuan di bibir atau pengetahuan tentang Alkitab. Bukti bahwa seseorang mengenal Tuhan adalah hidup yang taat kepada firman-Nya. Pesan bagi jemaat: Iman harus tampak dalam kehidupan sehari-hari. Ketaatan kepada firman adalah bukti kasih kepada Tuhan. Kehidupan yang berubah merupakan tanda pekerjaan Kristus di dalam diri kita.
- Orang Percaya Dipanggil Hidup Seperti Kristus (Ayat 6) Puncak dari bagian ini adalah panggilan untuk meneladani Kristus. Orang yang mengaku tinggal di dalam Kristus harus menunjukkan karakter Kristus dalam perkataan, tindakan, kasih, kerendahan hati, pengampunan, dan kesetiaan. Pesan bagi jemaat: Jadikan Yesus sebagai teladan hidup. Hadirkan kasih Kristus dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan. Biarlah dunia melihat Kristus melalui kehidupan kita.
Saudara-saudara : Kristus bukan hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga memanggil kita untuk hidup dalam ketaatan dan menjadi serupa dengan Dia. Itulah tanda bahwa kita benar-benar tinggal di dalam Kristus." Amin
Untuk Informasi lainnya yang terdapat di dalam buletin, Silahkan download file pdf yang link-nya tersedia di bawah ini
